Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya Dan barang siapa mengerjakan keburukan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Az-Zalzalah: 7–8)
Yang dimaksud dengan zarrah adalah semut.Istilah ini dipakai orang Arab untuk mengungkapkan hal yang paling kecil.Kata “seberat zarrah (semut)” dipakai untuk mengungkapkan hal yang terkecil.Sehingga makna ayat ini adalah: Siapa yang melakukan amalan apa pun,meski bobotnya hanya seberat semut, atau bahkan lebih kecil dari itu. Namun, Allah ‘Azza wa Jalla mengungkapkannya dengan kalimat “seberat semut”, karena orang Arab memakainya untuk mengungkapkan hal yang terkecil.
Sehingga makna ayat ini: siapa yang melakukan amal kebaikan seberat semut, amal kebaikan apa pun, sedikit maupun banyak, maka kelak ia akan melihatnya tercatat dalam timbangan amal kebaikannya. Dan barang siapa yang melakukan amal keburukan seberat semut, amal keburukan apa pun yang ia perbuat, kemaksiatan apa pun yang ia lakukan, maka kelak ia akan melihatnya tercatat dalam timbangan amal keburukannya pada hari kiamat. Seluruh perbuatan manusia tercatat dan terhitung.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan Kami akan memasang timbangan-timbangan yang adil pada hari kiamat, maka tidaklah dirugikan seseorang sedikit pun.Dan sekalipun (amal itu) hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (untuk diperhitungkan). Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya: 47).
Negeri akhirat merupakan negeri keadilan mutlak, tidak ada kezaliman pada hari itu. Sedangkan dunia bukanlah negeri keadilan. Di dunia ada orang yang zalim dan ada yang terzalimi. Dan terkadang orang zalim mati, tapi belum mendapat balasan atas kezalimannya. Karena Allah Ta’ala menunda hukumannya hingga di akhirat kelak.
Seperti yang Allah Ta’ala firmankan: “Dan janganlah engkau mengira Allah lengah terhadap apa yang diperbuat oleh orang-orang zalim. Sesungguhnya Dia hanya menangguhkan mereka sampai hari ketika pandangan terbelalak.” (QS. Ibrahim: 42).
Maka milik Allah-lah seluruh hikmah dalam memberi hukuman kepada orang zalim, dengan menyegerakannya di dunia, atau menangguhkannya sampai di akhirat kelak. Dunia bukanlah negeri keadilan. Namun, akhiratlah negeri keadilan yang mutlak.
Manusia akan melihat seluruh amalan yang telah diperbuat selama di dunia. Ia melihatnya pada hari kiamat, meskipun amalnya hanya seberat semut.
======
يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
وَالذَّرَّةُ هِيَ النَّمْلَةُ وَيُضْرَبُ بِهَا الْمَثَلُ عِنْدَ الْعَرَبِ فِي أَقَلِّ الْأَشْيَاءِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ يُضْرَبُ بِهِ الْمَثَلُ فِي أَقَلِّ الْأَشْيَاءِ فَمَعْنَى الْآيَةِ مَنْ يَعْمَلُ أَيَّ عَمَلٍ وَإِنْ كَانَ يَزِنُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ بَلْ حَتَّى لَوْ كَانَ أَقَلَّ مِنْ ذَلِكَ لَكِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ ذَكَرَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ لِأَنَّ الْعَرَبَ تَضْرِبُ بِهِ الْمَثَلَ فِي أَقَلِّ الْأَشْيَاءِ
فَيَكُونُ مَعْنَى الْآيَةِ فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا أَيَّ عَمَلِ خَيْرٍ قَلِيلًا كَانَ أَوْ كَثِيرًا يَرَى ذَلِكَ فِي مِيزَانِ حَسَنَاتِهِ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا أَيَّ شَرٍّ يَعْمَلُهُ أَيَّ مَعْصِيَةٍ يَقَعُ فِيهَا يَرَى ذَلِكَ فِي مِيزَانِ سَيِّئَاتِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَكُلُّ شَيْءٍ مُحْصًى عَلَى ابْنِ آدَمَ
يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ
الدَّارُ الْآخِرَةُ هِيَ دَارُ الْعَدَالَةِ الْمُطْلَقَةِ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ أَمَّا الدُّنْيَا فَلَيْسَتْ بِدَارِ الْعَدَالَةِ الدُّنْيَا فِيهَا ظَالِمٌ وَمَظْلُومٌ وَقَدْ يَمُوتُ الظَّالِمُ وَلَمْ يُعَاقَبْ لِأَنَّ اللَّهَ تَعَالَى أَخَّرَ عُقُوبَتَهُ لِلْآخِرَةِ
كَمَا قَالَ اللَّهُ تَعَالَى وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ
فَلِلَّهِ الْحِكْمَةُ جَلَّ وَعَلَا فِي مُعَاقَبَةِ الظَّالِمِ فِي الدُّنْيَا أَوْ فِي تَأْخِيرِ عُقُوبَتِهِ فِي الْآخِرَةِ الدُّنْيَا لَيْسَتْ بِدَارِ عَدَالَةٍ وَإِنَّمَا الْآخِرَةُ هِيَ دَارُ الْعَدَالَةِ الْمُطْلَقَةِ
يَرَى الْإِنْسَانُ جَمِيعَ أَعْمَالِهِ الَّتِي عَمِلَهَا فِي الدُّنْيَا يَرَاهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى وَإِنْ كَانَتْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ